14 Juli 2008

Desain Perhiasan 1



By : Papa Roy NR

Siapa yang tidak mengenal perhiasan?Saya yakin, sebagian besar pembaca pasti tahu dan mengenal perhiasan.baik yang berbahan emas, perak, atau bahan lain yang juga disebut imitasi.Jenis-jenis perhiasan pun sangat banyak.Tapi tahukah anda poses awal dari pembuatan perhiasan itu sendiri? Yap desain perhiasan.Dalam tulisan ini saya ingin berbagi pengalaman pada anda semua mengenai proses awal dalam pembuatan perhiasan, yaitu : desain perhiasan.Pada dasarnya perhiasan terbagi menjadi 2, menurut segmen produksinya.Pertama, Art-deco, perhiasan yang tidak dibuat massal dan lebih mengarah ke unsur artistiknya.Yang kedua, mass-product, jenis ini memiliki pasar yang cukup banyak.Tidak heran kalau perhiasan jenis ini memiliki banyak variannya dan seringkali berubah trend dari varian-variannya tersebut.
Desain perhiasan erat kaitannya dengan ilmu seni rupa.Dimana kreatifitas dan imajinasi desainer dituang ke dalam media berupa perhiasan itu sendiri.Tulisan-tulisan berikut memaparkan jenis perhiasan dengan segmen produksi yang kedua, yaitu : mass-product.Pada tulisan berikut ada beberapa sub pembahasan antara lain : Jenis-jenis perhiasan, segmentasi market perhiasan, explorasi sketch berdasarkan jenis dan segmentasi market, pemilihan desain terbaik, pembuatan desain perhiasan dengan cara manual (gambar tangan), pembuatan desain perhiasan dengan teknologi komputer (gambar 2D dan 3D), proses lanjutan desain perhiasan sampai dengan barang jadi.Di sub pembahasan, pembuatan desain perhiasan dengan teknologi komputer (gambar 2D dan 3D), ada dua sub lagi di dalamnya yang berisi tutorial cara penggambaran desain perhiasan ke dalam bentuk gambar 2 dimensi dan 3 dimensi.Beberapa sub yang telah disebutkan diatas merupakan satu rangkaian utuh dari proses mendesain perhiasan.Ada juga sub/bab tambahan diakhir tulisan yang amat berguna untuk menunjang proses mendesain perhiasan.Pengetahuan tentang seluk-beluk pembuatan perhiasan.

· Jenis-jenis perhiasan
Kenalilah jenis-jenis perhiasan emas yang akan didesain terlebih dahulu sebelum kita mulai proses pembuatannya.Jenis-jenis perhiasan yang bisa ditemui antara lain : Gelang, Kalung, Cincin, Giwang/anting, Liontin, Bros, dll.Dari jenis-jenis perhiasan yang telah disebutkan diatas di pilah-pilah lagi jenisnya menjadi, antara lain : Cincin : cincin kawin (wedding ring),cincin dengan batu (diamond ring), cincin tanpa batu (cincin polos), cincin laki-laki (cincin eropa/cincin hingkong), cincin bayi/anak, dsb; Liontin : liontin bayi/anak, liontin dengan batu (diamond pendant), liontin tanpa batu (liontin polos), liontin laki-laki (biasanya modelnya macho-macho, contoh : motif tribal seperti tatoo, motif hewan, senjata, dsb), liontin masih dibagi lagi menjadi 2 yaitu : model slobokan/tanpa seri veri, dan model dengan seri veri; Gelang : gelang bracelet (ada yang menyebut dengan sebutan gelang rakit/rangkai/lemes) dan gelang banggle, gelang bracelet dibagi lagi menjadi 2 : gelang bracelet cor (casting model) dan gelang bracelet variasi mainan plong (stamping model), sedang gelang banggle sendiri dibagi menjadi 4 : gelang banggle full cor, gelang banggle variasi bangkok (ada yang menyebut rol/pelek), gelang banggle variasi lentur, gelang banggle variasi tube (baca juga : Macam-macam bahan pembantu); Kalung : kalung dikelompokkan menjadi 2 : variasi rantai dan variasi cor, untuk variasi rantai saat ini pada beberapa perusahaan perhiasan emas besar, sudah menggunakan teknologi mesin, variasi dari rantai itu sendiri juga masih dapat dikelompokkan lagi menjadi beberapa jenis, belasan, puluhan, bahkan ratusan jenisnya; Giwang/Anting : giwang, anting klep, anting candlelier, dan masih banyak lagi yang lainnya; Bros, dan masih banyak lagi jenis-jenis perhiasan emas yang lainnya.

· Segmentasi market perhiasan
Sebelum mendesain perhiasan, terutama perhiasan dengan segmen produk mass-product, selain mengenali jenis-jenis dari perhiasan itu sendiri, perlu juga kita mengenal pangsa pasar dari desain yang kita buat.Hal ini amat diperlukan mengingat perhiasan dengan segmen produk mass-product, lebih menuju ke arah after sale service, yang artinya perhiasan yang kita buat mulai dari desain hingga proses pengerjaannya difokuskan untuk memanjakan konsumen.Segmentasi pasar ini sebenarnya bisa kita 'desain' menurut keinginan kita sendiri (bila kita memfokuskan diri menjadi seorang desainer).Contoh dalam hal ini saya sebagai designer hanya mempunyai 2 kriteria segmentasi pasar : Low Class dan High Class. Segmentasi ini bisa berubah menurut trend pasar yang ada saat ini atau di masa datang.Ada suatu contoh lain : di sebuah perusahaan emas yang berada di Indonesia, segmentasi pasar nya bisa menjadi beberapa macam, hal ini dikarenakan konsumen dari perusahaan itu sendiri menuntut segmentasi yang baru dan beda dari segmmentasi pasar yang di-desain oleh perusahaan itu sendiri.